Selasa, 31 Agustus 2010

LETUSAN SINABUNG

Penyakit Muncul, Letusan Berlanjut
Selasa, 31 Agustus 2010 | 04:09 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengabadikan Gunung Sinabung pada pukul 06.27 saat memuntahkan debu vulkanik berbentuk cendawan raksasa setinggi 2.000 meter, dengan sebaran abu mencapai radius sekitar 6 kilometer, Senin (30/8). Peristiwa itu tak membuat warga panik karena sebagian besar warga telah mengungsi sehari sebelumnya.
Kabanjahe, Kompas - Para pengungsi mulai terserang penyakit setelah dua hari berada di pengungsian. Sebanyak 2.477 dari 30.052 pengungsi diketahui terserang penyakit infeksi pernapasan atas, diare, dan iritasi mata.
Senin (30/8) pukul 06.23, Gunung Sinabung kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik hitam. Menurut Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ketinggian semburan debu dan asap hitam itu mencapai 2.000 meter dari puncak Gunung Sinabung dan abunya tersebar dalam radius sekitar 6 kilometer. ”Oleh sebab itu, warga di radius itu sebaiknya mengungsi dulu,” katanya.
Letusan Sinabung memaksa semua penerbangan dari Bandara Polonia, Medan, menuju bandara-bandara kecil di wilayah Provinsi Sumatera Utara ditutup sejak Sabtu.
Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Medan Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, penerbangan yang ditutup sementara adalah penerbangan menuju Bandara Silangit di Kabupaten Toba Samosir, Bandara Binaka di Kabupaten Nias, Bandara Singkil di Kabupaten Aceh Singkil, Bandara FL Tobing di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Bandara Aekgodang di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penyakit muncul
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Diana Elita Ginting di Posko Utama Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Karo, Senin, menyatakan, munculnya berbagai penyakit dipicu oleh faktor udara dingin dan banyaknya debu di desa para pengungsi.
Di luar 2.477 pengungsi tersebut, dua pengungsi lain harus dirujuk ke rumah sakit karena satu orang muntah darah dan satu orang lagi panas tinggi. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karo.
Koordinator pengungsi di Jambur Taras, Desa Rumah Berastagi, Naksir Purba (51), menjelaskan, salah satu faktor pemicu penyakit para pengungsi itu adalah lingkungan yang kurang bersih. Ia mengimbau para pengungsi agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Pengungsi juga kesulitan air bersih dan buang air. Untuk itu, Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga meminta Kodam I/Bukit Barisan agar membantu membuat WC darurat. ”Kami akan menyiapkannya,” kata Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal Leonardus JP Siegers.
Daulat mengatakan, saat ini semua logistik yang dibutuhkan pengungsi sudah memadai, kecuali selimut. Ia sudah dihubungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dijanjikan akan segera dikirimkan kekurangan tersebut.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Karo telah mencairkan bantuan dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat sejumlah Rp 500 juta dan dari Dewan Perwakilan Daerah Rp 75 juta. Di luar itu, sejumlah instansi serta perusahaan menyumbangkan logistik dan langsung didistribusikan kepada para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Karo menggunakan dana tak terduga Rp 750 juta untuk para pengungsi. ”Semua bantuan kami serahkan dalam bentuk barang,” ujar Daulat.
Bantuan Rp 15 miliar
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, kemarin, menyatakan, pemerintah pusat sudah menangani pengungsi secara terkoordinasi. Sudah dialokasikan dana Rp 15 miliar dari APBN untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama sekitar 10 hari.
Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan mengirimkan paket bantuan khusus Presiden bagi para pengungsi di 16 lokasi di Karo.
Guna mengantisipasi gangguan paru, telah dikirim 20.000 masker dari Kementerian Kesehatan, 7.000 dari Medan, dan 1.000 dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Medan.
Senin kemarin diproses pengiriman 30.000 masker lagi dari Kementerian Kesehatan sehingga totalnya berjumlah 60.000 masker. (MHF/DAY/MHD/WSI/INE)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/08/31/04093090/penyakit.muncul..letusan.berlanjut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar